0

Pengertian Ushul Fiqh

Pengertian Ushul Fiqh dapat dilihat sebagai rangkaian dari dua buah kata, yaitu : kata Ushul dan kata Fiqh; dan dapat dilihat pula sebagai nama satu bidang ilmu dari ilmu-ilmu Syari’ah.

Dilihat dari tata bahasa (Arab), rangkaian kata Ushul dan kata Fiqh tersebut dinamakan dengan tarkib idlafah, sehingga dari rangkaian dua buah kata itu memberi pengertian ushul bagi fiqh.

Kata Ushul adalah bentuk jamak dari kata ashl yang menurut bahasa, berarti sesuatu yang dijadikan dasar bagi yang lain. Berdasarkan pengertian Ushul menurut bahasa tersebut, maka Ushul Fiqh berarti sesuatu yang dijadikan dasar bagi fiqh. Baca lebih lanjut

Iklan
0

Mengupas Hadis-Hadis Tentang Toleransi

Pakar Hadis dan Dosen Pascasarjana IAIN Sunan Ampel

عَنِ ابْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :خَيْرُ الأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ (أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ، وَالتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ حِبَّانَ، وَالْحَاكِمُ وَالْبَيْهَقِيُّ فِى الشُّعَبِ وَ سَعِيْدُ بْنُ مَنْصُورٍ وَالدَّارِمِيُّ وَالبُخَارِيُّ فِى الأَدَبِ الْمُفْرَدِ وَابْنُ خُزَيْمَةَ)

Dinarasikan Ibnu `Amr RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah yang paling baik di antara mereka terhadap sesama saudaranya. Dan, sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik di antara mereka terhadap tetangganya.” (HR. Ahmad, Turmudzi, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi dalam Syu’abul Iman, Sa’id bin Manshur, ad-Darimi, Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dan Ibnu Khuzaimah).

Toleransi dalam kajian fiqih Islam masuk kategori al-mu’amalat (interaksi sosial) yang mendapatkan porsi besar. Hal ini tampak dalam berbagai penjelasan Rasulullah SAW yang termaktub dalam banyak sekali literatur hadis. Bahkan dalam konsep al-Qur’an, manusia akan terpuruk dalam kesesatan jika dia tidak menemukan singkronisasi kebajikan, baik yang ada hubungannya secara vertikal maupun horizontal.

Berbagai kodifikasi hadis telah dibukukan oleh ulama, khususnya hadis-hadis yang secara tematik membahas tentang toleransi. Terkait dengan masalah toleransi ini, kekeliruan tampak sangat jelas pada tuduhan kalangan non muslim ketika memasukkan toleransi pada ranah at-ta`abbbudiyah (ibadah), yang jelas bukan ranah sosial. Karena itu, umat Islam harus waspada, pada batas wilayah apakah Islam membenarkan toleransi dan pada wilayah manakah Islam menolak toleransi. Baca lebih lanjut